Dapur pacu tersebut mengusung konfigurasi CPU 2+3+3 yang seluruhnya terdiri dari inti berukuran besar (all-big-core).
Secara terperinci, terdapat dua inti utama C2-Ultra yang mampu menyentuh kecepatan hingga 4,55GHz. Sementara itu, enam inti pendukung C2-Pro mampu bekerja dengan clock speed hingga 4,35GHz.
Pihak MediaTek mengklaim bahwa pembaruan arsitektur ini memberikan peningkatan performa single-core hingga 17 persen serta performa multi-core mencapai 15 persen bila dibandingkan dengan generasi terdahulu.
Menariknya, peningkatan performa ini tidak mengorbankan ketahanan baterai, sebab konsumsi daya multi-core diklaim berhasil dipangkas hingga 61 persen.
Sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga mendapatkan porsi perbaikan signifikan.
Berkat arsitektur dual-NPU serta hadirnya Dimensity Agentic AI Engine, chipset ini sanggup menjalankan model AI hingga 30 miliar parameter secara optimal.
Selain itu, NPU generasi kedua ini diklaim mampu mereduksi penggunaan daya pada fitur AI always-on hingga 40 persen.
