2. Performa dan Kemampuan Gaming
Sektor dapur pacu menjadi poin pembeda paling krusial antara kedua perangkat ini.
-
Xiaomi Poco X6 ditenagai chipset Snapdragon 7s Gen 2 (4nm) dan GPU Adreno 710. Kombinasi ini menghasilkan skor AnTuTu SoC sekitar 399.300. Performa GPU yang solid membuat Poco X6 jauh lebih tangguh untuk mengeksekusi game berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves.
-
Moto G86 Power mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7300/7400 (4nm) dengan GPU Mali-G615 MC2. Walau sangat efisien untuk tugas harian, performa grafisnya berada di bawah Snapdragon 7s Gen 2.
Meski kalah di sektor gaming, Moto G86 Power membalasnya dengan menyertakan slot microSD dedicated hingga 512GB. Fitur ekspansi memori ini absen pada Poco X6 yang mengandalkan memori internal tetap (256GB/512GB).
3. Ketahanan Baterai dan Fitur Charging
Di sektor daya, kedua ponsel menawarkan trade-off klasik:
-
Moto G86 Power mengusung baterai jumbo 6.720 mAh yang sanggup bertahan hingga 2 hari pemakaian normal. Namun, pengisian daya 30W butuh waktu sekitar 2 jam untuk terisi penuh.
-
Poco X6 dibekali baterai 5.100 mAh yang bertahan 1–1,5 hari. Keunggulannya terletak pada fast charging 67W, yang mampu mengisi baterai hingga 100% hanya dalam 44 menit.
4. Kamera dan Fitur Rekaman Video
Untuk kebutuhan fotografi dan konten, Moto G86 Power menawarkan konfigurasi kamera yang lebih serbaguna:
-
Kamera Utama: Moto (50MP OIS, sensor 1/1.95″) vs Poco (64MP OIS, sensor 1/2.0″). Moto lebih unggul pada kondisi low-light berkat ukuran sensor lebih besar.
-
Kamera Ultrawide: Sama-sama 8MP, tetapi lensa ultrawide Moto dilengkapi fitur Autofocus (AF) sehingga bisa berfungsi sebagai kamera makro presisi. Poco menggunakan ultrawide fixed focus dan mengandalkan kamera makro 2MP terpisah.
-
Kamera Depan & Video: Moto unggul mutlak dengan kamera selfie 32MP dan dukungan perekaman video hingga 4K@60fps. Poco X6 masih tertahan di kamera depan 16MP dan video 4K@30fps.
