Meski demikian, terdapat catatan kecil bagi pengguna. Untuk judul gim yang belum memiliki versi native dan masih harus dijalankan melalui lapisan penerjemah (translation layer), Huawei Mate 90 Pro Max tetap sanggup memainkannya dengan lancar tanpa kendala lagging.
Hanya saja, pemrosesan ekstra pada lapisan penerjemah tersebut membuat konsumsi daya sistem menjadi sedikit lebih tinggi dibandingkan saat menjalankan aplikasi native.
Secara keseluruhan, strategi Huawei yang fokus pada inovasi arsitektur ketimbang sekadar mengejar angka performa murni terbukti membuahkan hasil manis.
Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa pengembangan teknologi mandiri mampu bersaing secara head-to-head dengan raksasa chipset global.
Huawei Mate 90 Pro Max berhasil membuktikan diri sebagai salah satu smartphone flagship paling efisien untuk kebutuhan gaming kelas berat di pasaran saat ini.***
