Penyebab Utama Kenaikan Harga
Faktor utama di balik kenaikan harga beruntun ini adalah melonjaknya biaya komponen industri, terutama pada komponen RAM yang terus melambung tinggi di tingkat global.
Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh Infinix, melainkan juga memicu penyesuaian harga pada lini smartphone dari berbagai merek lain di kelasnya.
Kondisi ini menuntut calon pembeli di segmen ponsel terjangkau untuk lebih teliti. Pilihan HP dengan harga murni Rp1 jutaan kini menjadi semakin langka karena pergeseran harga yang bisa terjadi berkali-kali dalam setahun.
Apakah Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli?
Meski harganya kian melambung, Infinix Smart 20 masih menawarkan paket spesifikasi yang cukup menggiurkan untuk sebuah ponsel entry-level.
Dapur pacunya ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G81 Ultimate yang dipadukan dengan RAM 4 GB LPDDR4X serta menjalankan sistem operasi terbaru berbasis Android 16 dengan XOS 16.
Pada sektor visual, ponsel ini dibekali layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz dan desain punch-hole yang modern. Kecerahan puncaknya mampu mencapai 700 nits pada mode High Brightness Mode (HBM).
Untuk daya tahan, tertanam baterai berkapasitas 5.200 mAh dengan pengisian daya 15W. Menariknya, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 (tahan debu dan percikan air) serta daya tahan fisik yang diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter.
Fitur penunjang lainnya juga terbilang lengkap di kelasnya:
-
Ultralink: Fitur panggilan via Bluetooth jarak jauh hingga 1 km.
-
IR Blaster: Memungkinkan HP berfungsi sebagai remote kontrol elektronik.
-
Voiceprint Noise Cancellation: Meredam suara bising latar belakang saat menelepon.
-
Jack Audio 3,5 mm dan opsi warna menarik (Shadow Black, Cloudline Blue, Polaris Titanium, dan Sunlike Orange).
