Besarnya penggunaan kuota Gemini bergantung pada sejumlah faktor. Di antaranya adalah tingkat kesulitan tugas, fitur yang digunakan, serta panjang percakapan.
Aktivitas seperti membuat gambar, video, dan musik bisa menghabiskan kuota lebih banyak dibandingkan pertanyaan biasa.
Hal serupa berlaku untuk riset mendalam serta penggunaan model Pro, Extended Thinking, dan Deep Think.
Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan agar kuota tidak cepat mencapai batas.
Pelanggan Berbayar Mendapat Kuota Lebih Besar
Perbedaan paket berlangganan juga terlihat dari batas penggunaan yang disediakan Google.
Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, pelanggan AI Plus memperoleh kuota sekitar dua kali lebih besar dibandingkan pengguna gratis.
Pelanggan AI Pro mendapat kuota empat kali lebih besar, sedangkan AI Ultra memperoleh kuota sekitar lima hingga 20 kali lebih besar dibandingkan AI Pro.
Besarnya kuota tetap perlu dipahami sesuai ketentuan masing-masing model dan fitur. Tidak semua aktivitas menggunakan batas yang sama.
Gemini 4 Argon Disiapkan untuk AI Ultra
Selain mengubah aturan akses, Google juga mengumumkan rencana menghadirkan Gemini 4 Argon bagi pelanggan AI Ultra.
Namun, belum ada kepastian apakah model tersebut nantinya akan menggantikan posisi model Pro yang saat ini ditempati Gemini 3.1 atau menjadi tingkatan baru di atasnya.
Perubahan ini menunjukkan bahwa Google terus mengembangkan layanan Gemini sekaligus membedakan kemampuan dan batas penggunaan berdasarkan paket pelanggan.
Bagi pengguna gratis, Gemini masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Namun, mereka perlu menyesuaikan diri dengan pilihan model yang lebih terbatas, terutama jika terbiasa menggunakan fitur AI untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis mendalam.
