Kamera utamanya menggunakan sensor Sony IMX906 beresolusi 50MP dengan OIS, didukung kamera telefoto 50MP untuk pembesaran optik, serta kamera ultra-wide 12MP.
Kemitraan bersama Leica menghadirkan profil warna ikonis seperti Leica Authentic Look dan Leica Vibrant Look, mode portrait artistik, serta fleksibilitas focal length.
Keunggulan lainnya, Xiaomi 14T sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 4K 60fps. Bagi pengguna yang hobi fotografi seluler dan membutuhkan lensa telefoto, Xiaomi 14T jelas menawarkan nilai lebih.
Layar AMOLED: Adu Visual dan Tingkat Kecerahan
Beralih ke sektor visual, Galaxy A55 mengusung panel Super AMOLED seluas 6,6 inci beresolusi FHD+ dengan dukungan refresh rate adaptif hingga 120Hz.
Samsung turut menyematkan teknologi Vision Booster serta tingkat kecerahan puncak mencapai 1.000 nits agar tetap nyaman digunakan di bawah terik matahari.
Sementara itu, Xiaomi 14T hadir dengan layar AMOLED berukuran sedikit lebih luas, yakni 6,67 inci, beresolusi tinggi 2712 x 1220 piksel dan refresh rate hingga 144Hz.
Xiaomi juga membenamkan dukungan HDR10+, Dolby Vision, color gamut DCI-P3, serta tingkat kecerahan puncak yang fantastis hingga 4.000 nits.
Di atas kertas, Xiaomi 14T unggul telak dalam hal ketajaman resolusi, kehalusan gerakan layar, dan visibilitas di luar ruangan yang sangat cerah.
Performa Dapur Pacu: Exynos 1480 vs Dimensity 8300-Ultra
Untuk urusan tenaga dalam, Samsung Galaxy A55 ditenagai oleh chipset Exynos 1480 buatan sendiri. Samsung memadukannya dengan opsi RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal mencapai 256GB.
