6. Kamera Utama 50 MP ‘Pro-Grade’
Kamera belakangnya mengandalkan sensor utama 50 MP (f/1.8) berfitur autofokus yang didampingi sensor depth 2 MP. Hasil foto dalam kondisi cahaya cukup terbilang memadai untuk kebutuhan unggahan media sosial harian.
Kekurangan Samsung Galaxy A08
1. Layar Masih HD+ dan Refresh Rate 90 Hz
Layar PLS LCD berukuran 6,7 inci milik Galaxy A08 masih beresolusi HD+ (720 x 1600 piksel). Bagi sebagian orang, kerapatan pikselnya terasa kurang tajam. Selain itu, refresh rate 90 Hz mulai tertinggal dari beberapa kompetitor yang sudah menawarkan 120 Hz.
2. Konektivitas Terbatas (Tanpa 5G & NFC)
Di sektor konektivitas, ponsel ini belum mendukung jaringan 5G dan tidak memiliki sensor NFC—fitur yang kini sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk mengecek serta mengisi saldo e-money. Selain itu, hadirnya port USB 2.0 dan ketiadaan gyroscope hardware menjadi catatan tersendiri.
3. Pengisian Daya dan Sektor Multimedia Standar
Pengisian daya baterai 6.000 mAh ini masih tertahan di kecepatan 25 Watt, sehingga membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk terisi penuh. Sektor audio juga belum dilengkapi speaker stereo, dan perekaman video mentok di resolution Full HD 30 fps tanpa stabilisasi optik (OIS).
4. Penyesuaian Harga Komponen
Dibandingkan harga rilis awal Galaxy A07, seri A08 mengalami penyesuaian harga ke angka Rp2,9 jutaan. Hal ini dipengaruhi oleh lonjakan biaya komponen industri memori secara global pada tahun 2026.
Kesimpulan: Layakkah Dibeli?
Samsung Galaxy A08 adalah pilihan sangat ideal bagi pelajar, orang tua, maupun pengguna harian yang memprioritaskan ketahanan baterai, kemudahan antarmuka One UI, serta dukungan pembaruan software jangka panjang.
Namun, jika Anda membutuhkan fitur NFC, dukungan jaringan 5G, atau kemampuan gaming dan fotografi tingkat lanjut, mempertimbangkan opsi lain di kelas harganya bisa jadi langkah yang bijak.***
