Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Bisnis

Menengok Pengrajin Sapu Ijuk Bojong Purwakarta yang Tetap Eksis di Tengah Pandemi

By RedaksiSelasa, 3 Agustus 2021

PURWAKARTAUPDATE.com | Kampung Sukaresmi, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong, merupakan perkampungan yang digadang-gadang sebagai salah satu sentra kerajinan sapu ijuk di Kabupaten Purwakarta.

Di perkampungan tersebut ada lebih dari 20 perajin terlihat tengah mengerjakan aktivitasnya, mulai dari menyisir ijuk dan merapikannya. Sebagian perajin lain tengah merangkai ijuk menjadi sapu.

Salah satu pengrajin sapu di Kampung Sukaresmi, Agus Maulana (42) mengaku dalam setiap hari memproduksi sapu ijuk dibantu sang istri dan dua pegawai. Setiap hari dirinya mampu memproduksi 40-60 sapu ijuk. Namun jumlah itu tergantung pesanan.

“Saya menggeluti kerajinan tangan ini sejak 2000. Dalam satu hari, mampunya paling banyak membuat 60 buah sapu,” ujar Agus, pada Selasa (3/8/2021).

Hasil kerajinan buah tangan Agus sebagian besar dikirim ke pasar-pasar di Purwakarta maupun ke luar kota, misalnya ke Karawang, Subang dan Bandung.

Baca Juga:  Begini Cara Merawat Musang Bagi Pemula, Mudah Untuk Dilakukan

“Karena soal kualitas sapu ijuk saya ini bisa bersaing dengan sapu ijuk yang berasal dari daerah lain,” tutur pria yang akrab disapa Kang Ireng itu.

Untuk mendapatkan bahan dasar ijuk, Ia membeli dari petani sekitar dengan harga Rp 5 ribu rupiah per lembar.

Teknis pengolahannya pun tidak sesulit yang dibayangkan. Ijuk yang telah diperoleh disortir kemudian dipotong sesuai kebutuhan lalu masuk ke teknis penyisiran untuk merapihkan ijuk itu sendiri menggunakan besi runcing.

Setelah itu, ijuk ditumpuk beberapa lembar kemudian digulungkan ke batang sapu yang terbuat dari bambu atau rotan lalu diikat. Kemudian di bagian atas ijuk dianyam untuk memperkuat kerapatan terhadap batang sapu.

Baca Juga:  Anne Ratna Mustika Ungkap Keberatan Kenaikan Harga Air Baku PJT II Purwakarta

Kang Ireng menjelaskan sapu ijuk yang ia produksi memiliki dua dua pilihan. Yakni sapu ijuk batang rotan seharga Rp. 15 ribu rupiah hingga Rp. 20 ribu rupiah dan sapu ijuk menggunakan batang bambu seharga Rp 7 ribu rupiah hingga Rp.10 ribu rupiah untuk harga eceran.

“Perbedaan dari dua produk itu hanya dari teknis penganyaman. Untuk produski sapu ijuk ini tidak semua orang biasa, harus memiliki ketelatetan dan keahlian khusus,” jelasnya.

Kang Ireng bmengaku hampir lima bulan ini barang dagangannya sepi pembeli.

Meski begitu, dia tetap berjuang agar usahanya tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit imbas pandemi Corona.

Dari usahanya itu, ia harus menghidupi keluarga dan pekerjanya. Setiap hari, mereka bekerja di halaman rumahnya yang disulap menjadi tempat pembuatan sapu ijuk.

Baca Juga:  Imbas Kenaikan Harga Kedelai, Pengusaha Tahu Tempe di Purwakarta Mogok Produksi

Kang Ireng mengaku sebelum adanya pandemi Covid-19, sapu ijuk yang diproduksinya gampang untuk menjualnya. Namun selama Corona dia kesulitan menjual sapu buatannya.

“Waktu ada COVID itu kan terhambat juga, jalan ditutup. Ini juga baru mulai lagi produksi setelah 5 bulan berhenti akibat Pandemi Corona,” tuturnya.

Di tengah kondisi sulit yang dirasakannya, kini ada harapan untuk bisa mengembalikan roda usahanya.

Kang Ireng mengaku, saat ini mulai datang pesanan sapu dari sejumlah warga. Dia berharap bisnis yang dijalaninya bisa kembali pulih agar dapurnya bisa tetap ngebul.

“Yah semoga sekarang bisa tumbuh lagi, kalau tidak ada yang membeli bisa-bisa merumahkan pekerja,” harapnya.(Gin)

Berita Purwakarta Bisnis Purwakarta Pengrajin Sapu Ijuk Pengrajin Sapu Ijuk Purwakarta Purwakarta Update Sapu Ijuk Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Jelang Idul Adha 1447 H, Harga Sapi Kurban di Purwakarta Melonjak

Senin, 25 Mei 2026

Jabar Lampaui Target Sertifikasi Halal, Pendampingan UMKM Berlanjut

Jumat, 22 Mei 2026

Polres Purwakarta Gelar Panen Jagung di Cijunti Campaka

Sabtu, 16 Mei 2026

Polres Purwakarta Perkuat Pengawasan Travel Haji dan Umrah

Kamis, 14 Mei 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.