Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Bisnis

Kreatif! Penyandang Disabilitas di Pasawahan Ubah Limbah Bambu Jadi Kerajinan

By RedaksiRabu, 4 Agustus 2021

PURWAKARTAUPDATE.com | Seorang pria penyandang diffable bernama Aep Saepudin warga kampung Sukamaju, RW 06/RT 11 Desa/Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta mampu membuat berbagai produk kerajinan dari bahan limbah bambu.

Meski dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, tak menyurutkan semangat pria berusia 40 tahun itu untuk terus berkarya.

Produk kerajinannya yakni, mulai dari lampu hias, sangkar burung, miniatur kapal pesiar, dan kapal pinisi hingga produk kerajinan lainnya, hasilnya pun terbilang keren.

Meski tidak bisa berjalan normal, Aep tetap penuh semangat dalam menjalankan aktivitasnya. Untuk menunjang hal tersebut, dirinya mengandalkan kedua tongkat agar dapat berjalan ke sana kemari.

Aep mengaku, dirinya terinspirasi untuk membuat berbagai jenis kerajinan tersebut karena di tengah keterbatasan yang dimiliki, dirinya ingin tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain serta memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga:  Purwakarta Alami Kenaikan Capaian Peningkatan Produksi Padi Sebesar 7,32 Persen

Dengan cara ini, Aep bisa hidup mandiri bahkan juga bisa menghidupi dirinya dan istri tanpa mengharapkan belas kasih dari orang lain.

Awalnya, Aep hanya membuat sangkar burung, lalu membuat berbagai jenis miniatur hingga produk kerajinan lainnya.

“Kalau membuat sangkar burung itu mulai 2011 dan semenjak adanya pandemi Covid-19 saya mulai membuat kerajinan lain seperti miniatur kapal pinisi, dudukan lampu, dan lainya. Awal hasil pembuatan belum rapi. Terus dipelajari dan coba membuat lagi. Jangan menyerah dan terus berusaha,” ucap Aep, saat ditemui di kediamannya, pada Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Gelar HUT Pramuka ke-60 Secara Virtual Bersama Seluruh Kwaran

Ia menambahkan, berbagai produk kerajinannya lantas di perjual belikan secara online ke berbagai kota ataupun melalui teman-temannya. Untuk harganya sendiri berkisar dari yang termurah senilai Rp. 50 ribu rupiah hingga termahal senilai Rp.500 ribu rupiah.

“Saat ini untuk pembuatan sangkar burung berhenti sementara, jadi fokus membuat beragam produk kerajinan lain. Untuk sangkar burung saya pernah kirim ke Sumatera, tapi kalau kerajinan miniatur seperti kapal pinisi ini baru di Jawa Barat saja,” ungkapnya.

Soal keterbatasan fisik, ia sedikit bercerita, terjadi sejak dirinya masih berusia 2 tahun, yang jatuh dari ayunan.

“Jadi pada usia dua tahun, kata orang tua saya terjatuh dari ayunan dan mengakibatkan saya tidak bisa berjalan,” cerita Aep.

Baca Juga:  Mantan pejabat tinggi di Purwakarta berencana melaporkan Kepala Dinas Kesehatan

Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Menurutnya, kekurangan bukan menjadi kendala untuk berkarya.

“Awalnya sih saya minder dengan keterbatasan ini, namun perlahan rasa minder itu hilang dan saya memiliki tekad untuk berkarya serta tak mau mengandalkan belas kasihan dari orang lain,” tuturannya.

Aep memang memiliki hobi berkreasi sejak dulu, seperti membuat layang- layang, kandang ayam, sangkar burung. Meski belum banyak menghasilkan, Aep tetap optimistis dengan usaha yang dirintis ini akan berkembang.

“Bagi saya, keluarga adalah sumber inspirasi untuk terus berjuang. Saya pun memiliki cita-cita ingin mengajak teman-teman sesama diffable dalam usaha yang saya lakoni ini,” tungkasnya.(Gin)

Berita Purwakarta Bisnis Purwakarta Kerajinan Penyandang Disabilitas Penyandang Disabilitas Penyandang Disabilitas Pasawahan Purwakarta Update
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Baznas RI Kembangkan Batik Ciprat Kelompok Disabilitas di Jabar

Senin, 6 Juli 2026

Terima 50 Pelaku Usaha Purwakarta, Anggota DPR Siap Perjuangkan Aspirasi

Rabu, 1 Juli 2026

Jelang Idul Adha 1447 H, Harga Sapi Kurban di Purwakarta Melonjak

Senin, 25 Mei 2026

Jabar Lampaui Target Sertifikasi Halal, Pendampingan UMKM Berlanjut

Jumat, 22 Mei 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Perdana! Hari Jadi Purwakarta ke-195, Masyarakat Edukasi Sejarah dengan Twibbon

Sabtu, 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.