Menurutnya, pendampingan yang tepat menjadi kunci agar para peserta dapat hidup lebih mandiri.
Ia menegaskan, BAZNAS RI berkomitmen terus mengawal program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insyaallah akan ada program-program lanjutan dari BAZNAS yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga,” ujar Saidah saat melakukan kunjungan di Kuningan, Sabtu (4/7/2026).
Saidah berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi. Ia menilai perhatian BAZNAS tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kondisi psikologis para warga binaan.
