Purwakartaupdate.com, Purwakarta – Dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-81 Tahun 2027, menggelar kegiatan Gowes dan Ngosrek Bareng yang dipusatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwakarta, Pada Selasa, 3 November 2026.
Dalam kegiatan tersebut diikuti pegawai Kemenag Kabupaten Purwakarta, Siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta masyarakat Kecamatan Purwakarta.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purwakarta, H. Ohan Burhan, mengatakan, bahwa tahun ini peringatan HAB Kemenag Ke-81 Di Kabupaten Purwakarta dirancang lebih inklusif melalui sistem berbasis kecamatan, dengan mengkolaborasikan Kepala KUA dan Kepala Madrasah sebagai penanggung jawab.
“Jadi konsep dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-81 Tahun 2027 di Kabupaten Purwakarta akan dirayangkan di tiap Kecamatan. Jadi di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta akan merayakan menyambut HAB Kemenag Ke-81 ini,” Ungkap Ohan saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Ia menyebut, dengan digelar di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta ini sebagai wujud kolaborasi antara KUA, Madrasah dan seluruh Ormit di tiap Kecamatan.
“Nantinya disetiap kecamatan akan menggelar kompetisi olahraga, seni, kreasi islami hingga seni budaya. Jadi biar semarak di tingkat kecamatan terlebih dahulu. Yang tujuan utamanya yakni masyarakat di tiap kecamatan bisa terliBat langsung maupun menyaksikan HAB Kemenag Ke-81 ini,” Tuturnya.
Untuk Kick Off di KUA Kecamatan Purwakarta ini, kata Ohan, dilakukan juga kegiatan ngosrek sebagai upaya mendukung program Bupati Purwakarta.
“Sengaja kita lakukan kegiatan ngosrek terlebih dahulu sebagai bagian dukungan Kemenag Kabupaten Purwakarta terhadap program Bapak Bupati Purwakarta. Kita selalu memberikan suport terhadap program-program Bapak Bupati Purwakarta sebagai wujud Kolaborasi Kemenag dan Pemerintah Daerah,” Sebutnya.
Ohan menegaskan bahwa HAB bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bersyukur, memperkuat kebersamaan, dan membangun sportivitas.
“HAB adalah milik kita semua. Jangan dianggap seremoni. Ini adalah kelahiran keluarga besar Kemenag. Kita harus bangga, meriah, dan mengekspresikan kebersamaan. Yang terpenting membangun semangat berkolaborasi,” pungkasnya. (*)
