PurwakartaUpdate.com — Siapa yang menyangka motor bebek yang dulunya dianggap sebagai kendaraan harian biasa kini bertransformasi menjadi barang koleksi bernilai tinggi? Era 1990-an hingga awal 2000-an memang menjadi masa keemasan bagi pasar motor bebek di Indonesia.
Kini, pada tahun 2026, tren gaya hidup retro dan nostalgia otomotif membuat barisan motor legendaris tersebut kembali dilirik para penghobi otomotif tanah air.
Beberapa nama legendaris seperti Honda Astrea Grand, Yamaha F1ZR, Suzuki Shogun Kebo, Yamaha Crypton, hingga Honda Supra 100 kini mendadak menjadi incaran utama di pasar motor bekas.
Harganya pun bergerak sangat dinamis mulai dari angka jutaan rupiah hingga tembus ke belasan dan puluhan juta rupiah untuk unit dengan tingkat keaslian tinggi atau yang telah direstorasi sempurna.
Berikut adalah lima motor bebek lawas yang paling banyak diburu dan menarik perhatian para kolektor pada tahun 2026.
1. Honda Astrea Grand: Si Legendaris Irit dan Tangguh
Honda Astrea Grand hampir tidak pernah absen dari daftar motor bebek lawas favorit pencinta otomotif.
Populer di era 1990-an, motor ini dicintai berkat desain fisiknya yang simpel namun timeless, serta mesin 4-tak yang luar biasa irit dan minim perawatan.
Di pasar motor bekas saat ini, unit keluaran tahun 1991 hingga 1997 umumnya ditawarkan pada kisaran harga Rp5 juta hingga Rp13 juta.
Namun, untuk unit collector item yang memiliki odometer rendah, cat orisinal pabrik, atau dokumen lengkap, nilainya bisa melejit jauh di atas kisaran standar tersebut.
Bagi calon pembeli, memeriksa kondisi fisik, keaslian komponen, dan kelengkapan surat menjadi kunci utama sebelum memboyongnya ke garasi.
2. Yamaha F1ZR: Pesona Mesin 2-Tak yang Tetap Menggelegar
Berbeda dengan Astrea Grand yang mengusung mesin 4-tak tenang, Yamaha F1ZR menawarkan performa dan aura balap lewat mesin 2-tak yang responsif.
Motor ini sangat digandrungi kalangan muda pada era akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Di pasar online tahun 2026, Yamaha F1ZR keluaran 1997 versi standar atau pemakaian wajar ditawarkan sekitar Rp10,5 juta hingga Rp14 juta.
Menariknya, untuk edisi istimewa, warna langka (livery khusus), atau unit restorasi total menggunakan part orisinal, harganya bisa dipasarkan mulai dari Rp15 juta hingga Rp26 juta.
Rentang harga yang lebar ini membuktikan bahwa faktor keistimewaan unit sangat menentukan nilai tawar di mata kolektor.
