PurwakartaUpdate.com – Pasar otomotif Indonesia sedang mengalami pergeseran peta kekuatan yang signifikan.
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan yang sempat menjadi primadona masyarakat Indonesia, kini menunjukkan tren penurunan penjualan yang konsisten dari tahun ke tahun.
Gagalnya LCGC mempertahankan dominasinya tak lepas dari serbuan teknologi anyar, khususnya mobil listrik (Electric Vehicle / EV), serta perubahan dinamika harga dan daya beli konsumen.
Dulu Berjaya, Kini Terus Merosot
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa kejayaan LCGC pernah berada di puncaknya sekitar tahun 2012 hingga 2016.
Saat pertama kali diluncurkan, program mobil murah besutan pemerintah ini sangat sukses hingga mampu mencaplok market share hingga 24 persen dari total penjualan mobil nasional.
Puncaknya terjadi pada tahun 2016, di mana penjualan LCGC tembus 235.171 unit berkat hadirnya varian 7-seater.
Namun, cerita manis tersebut berbalik arah. Berdasarkan data dari wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) Gaikindo, penjualan LCGC terus merosot dalam tiga tahun terakhir:
-
Tahun 2023: 204.705 unit
-
Tahun 2024: 176.766 unit
-
Tahun 2025: 122.686 unit
-
Januari – September 2026: 83.997 unit (minus 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu)
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli, memaparkan bahwa kehadiran kendaraan listrik menjadi salah satu faktor utama yang menekan laju pertumbuhan mobil LCGC dan kendaraan bermesin konvensional lainnya.
“Memang LCGC waktu kita launching sekitar tahun 2012-2014 itu cukup berhasil. Tapi sekarang karena sudah ada teknologi lain yaitu Electric Vehicle (EV), tren kendaraan listrik memang naik. Itulah salah satu penyebab turunnya LCGC dan mobil konvensional lainnya,” ujar Putu Juli. Dikutip dari Oto.detik.
Hilangnya Iming-iming “Harga Murah”
Pada awal kemunculannya, LCGC diposisikan sebagai kendaraan bagi pembeli mobil pertama (first-time buyer) dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu di bawah Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Namun, realita saat ini jauh berbeda. Banyak model LCGC baru yang harganya melonjak hingga menembus angka Rp180 juta bahkan di atas Rp200 juta. Kenaikan harga ini dipicu oleh berbagai faktor teknis dan regulasi:
-
Pengetatan regulasi emisi gas buang.
-
Penambahan fitur keselamatan dan kenyamanan modern.
-
Lonjakan biaya produksi dan bahan baku.
Akibatnya, daya tarik utama LCGC sebagai mobil “low cost” menjadi kian pudar di mata masyarakat.
