PurwakartaUpdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta mengambil sikap tegas terkait proyek pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik BDx di kawasan Waduk Jatiluhur.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, meminta agar pengerjaan fisik proyek skala besar ini ditunda terlebih dahulu sampai seluruh perizinan dan kelengkapan dokumen lingkungan diselesaikan oleh pihak pengembang.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa keberadaan fasilitas komputasi tingkat tinggi tersebut tidak menimbulkan potensi ancaman kelestarian lingkungan serta gangguan bagi masyarakat sekitar di masa depan.
AMDAL dan PBG Jadi Syarat Mutlak
Salah satu dokumen krusial yang menjadi perhatian utama Pemkab Purwakarta adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Menurut Om Zein, kajian AMDAL sangat vital untuk memetakan secara terperinci sejauh mana dampak operasional maupun tahap konstruksi data center terhadap ekosistem setempat, terutama mengingat lokasinya yang berada dekat dengan obyek vital Waduk Jatiluhur.
Selain AMDAL, pihak pengembang juga diwajibkan untuk mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebelum memulai aktivitas pembangunan fisik di lapangan. Kedua dokumen tersebut dinilai sebagai fondasi utama yang wajib dipenuhi oleh setiap investor tanpa terkecuali.
Pemkab Purwakarta saat ini berada dalam posisi menunggu iktikad baik dari pihak BDx untuk menyerahkan dokumen serta menghadirkan tim konsultan guna melakukan pembahasan intensif bersama dinas terkait.
“AMDAL-nya urusin dulu. Setelah AMDAL-nya diurusin, PBG-nya urusin. Kita bisa kelihatan bahwa itu dampaknya serius atau tidak nanti dari pembahasan AMDAL. Karena AMDAL-nya belum dibahas, jadi kita masih nunggu konsultan AMDAL yang dari BDx,” ujar Om Zein saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Pemkab Purwakarta, Rabu (30/9/2026).
Potensi Nilai Investasi Capai Rp3,5 Triliun
Meski bersikap tegas terhadap aturan perizinan, Pemkab Purwakarta pada dasarnya sangat terbuka terhadap masuknya investasi baru di wilayahnya.
Om Zein mengakui bahwa kehadiran fasilitas pusat data AI milik BDx berpotensi memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi daerah, mulai dari penerimaan pajak hingga peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak Pemkab secara lisan, nilai investasi untuk pembangunan satu gedung data center tersebut diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, yakni sekitar Rp3,5 triliun.
“Investasinya yang saya tahu ya informasi yang dari lisan bukan tertulis, itu satu gedung saja Rp3,5 triliun,” kata Om Zein.
Ia menambahkan bahwa Pemkab tetap menyambut baik niat para investor yang ingin menanamkan modal di Purwakarta. “Adanya BDx ini ya, pasti tentunya bermanfaat karena berinvestasi di sini. Sedikit banyaknya orang berinvestasi itu akan ada manfaatnya,” lanjutnya.
Sorotan Penggunaan Air di Kawasan Jatiluhur
Selain perihal kelengkapan izin AMDAL dan PBG, aspek pasokan daya serta kebutuhan air yang sangat tinggi untuk sistem pendingin (cooling system) data center juga menjadi perhatian prioritas.
Mengingat operasional pusat data AI mengonsumsi sumber daya air yang tidak sedikit, Om Zein menyarankan agar detail teknis pengalokasian air dikonfirmasikan langsung kepada pengelola kawasan.
Ia meminta pihak media dan pihak terkait untuk meminta kejelasan mengenai kuota serta skema pengambilan air kepada Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku pengelola resmi sumber daya air di wilayah Waduk Jatiluhur.
“Untuk konsumsi air, itu kan tanyanya ke sana, ke PJT. Kan yang punya airnya PJT,” jelas Om Zein.
Sikap tegas dari Pemkab Purwakarta ini memperkuat tindakan preventif yang sebelumnya telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Senin (28/9/2026) dan secara resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan data center AI BDx Jatiluhur sampai seluruh legalitas hukum dan analisis dampak lingkungan benar-benar rampung dikaji.***
